Mar 14 2011

inspirasi dari sebuah revolusi teknologi

waktu itu ketika ingin menyebrang jalan, cukup ramai memang arah jalan yg akan di sebrangi tp perlahan sambil tengok kanan kiri menunggu untuk menyebrang. karena di perempatan lampu merah masih terlihat lampu berwarna merah, jadi dengan mudahnya jalanan di sebrangi dengan melalui celah2 kendaraan yg ada.

sampai di pembatas jalan, posisi pria berada di sebelah kanan wanita, atau berada di belakang wanita pada arah yg berlawanan. kendaraan yg melaju dari arah kiri pada ruas jalan berikutnya lebih terlihat ramai karena jalanan agak sepi jd banyak kendaraan yg menambah kecepatan setelah melewati per-empatan lampu merah tersebut.
sepele memang. karena di bagian kiri (Depan dari arah kendaraan melintas) ada pot bunga yang juga berfungsi mengurang efek polusi jadi laki-laki tersebut berdiri di belakang wanita. dan terjadi percakapan setelah sampa pada ujung jalan yang kurang lebih seperti ini:
P (perempuan): “padahal aku biasanya melihat seorang pria romantis atau tidaknya dilihat dari bagaimana cara dia melindungi perempuan”
L (laki-laki): “maksudnya?”
P : “ya kalau terjadi sesuatu sama aku gimana?”
L : bermaksud membaca situasi dan pikiran perempuan itu kemudian berkata “mau di gandeng sambil nyebrangnya yah?” dengan nada bercanda
P : “ya mobil kan dari arah depan, …. dst ”
sebelum pembicaraan berakhir si laki-laki ngomong dengan maksud membela diri berdasarka situasi, dan berusaha untuk memberi pengertian
L : “tadinya aku mau di depan mu nyebrangin, tapi ada pot disebelah kiri (bagian depan), dari pada ga kbagian pembatas jalan lebih baik aku ambil posisi di kanan/blkg, trus klo mobilnya dah pada jalan malah aku ketabrak dari belakang
P : “waaah ga romanits, ga bisa melindungi..”
L : teridam dan memaknai kata2 terakhir yg di ucapkan tsb dan berkata dalam hati “sebegitunya kah..?”

beberapa menit setelah itu masih normal dan belum terjadi sesuatu, tetapi sesaat berikutnya
L sibuk merencanakan pertemuan untuk project besar dari layanan bbm. dan meladeni curhatan rekan kerjanya dulu
dan sesekali menunggu update status dari 2 jejaring sosial yang memang beberapa hari sebelumnya agak sulit untuk terupdate. pikirnya kesempatan besar untuk menambah tabungan dengan menerima dan membicarakan tawaran project itu. sambil sdikit berhayal tentang nominal yang akan di peroleh jika menerima project tersebut. ya bisa dibiang lebih dari cukup kalau berbicara 9 digit angka nominal yang akan diperoleh. bagaimana tidak. yang ada dalam pikirannya tabungannya akan lebih dari cukup hanya dalam beberapa bulan… melihat situasi yang tenang dan masing-masing memiliki kesibukan sendiri-sendiri L melihat ke arah P baru saja melihat dan memainakn HP (sebuah tools dari hasil revolusi teknologi yang diciptakan manusia), kemudian terfikirkan agar suasana mencair
L : ngirim sms ke P dgn maksud joke dan menyapa di tengah keramaian “senyum2 sendiri :( hiii menakutkan :(
tetapi betapa terkejutnya ketika balasan sms nya
P : “hohoho bukanya dr td kmu yang senyum2 sndiri megangin bb”
L : kembali menjawab “okay” menjawab dgn nada seperti, baiklah.. maafkan saya
dari sini lah kejadian demi kejadian terasa berbeda.. ketika selesai dari sebuah tempat dan ingin berpindah ke tempat lain, beberapa saat kemudian L mencoba membuka hati meminta maaf tetapi tidak dengan kata-kata, hanya menyodorkan tangan meraih tas yang cukup penuh dengan beban. sambil berkata
L : “sini kubawakan tas nya”
betapa terkejutnya lagi2 L ketika terdengar kata-kata
P : “jangan pegang2, udah bb.an saja” sambil meraih tas dan mencoba mendekap tas nya…
luar biasa sedikit kata tp bermakna beribu2 arti begitu hebatnya manusia menciptakan teknologi mutakhir, bgitu hebatnya revolusi teknologi, tp manusia lupa akan satu hal… dan L seolah di ingatkan. di cambuk dan di tampar keras dari kehidupan.
manusia memang sudah ladangnya salah. salah satunya adalah teknologi2 itu jg yang membuat manusia jd lalai dan hanya sedikit yang sadar kan kesalahan, kelalaian, dan berusaha memperbaikinya dalam setiap kejadiannya…
dan besykurlah kalau manusia di ingatkan selalu, berarti bahwa ini adalah peringatan dari Allah untuk segelintir umatnya yang disayang dan dirahmati oleh-Nya.

singkat cerita entah kenapa hingga keduanya saling memaafkan dan P mengatakan “mau datang bulan kali yah, jd agak sensitif” dan L juga mengatakan “ouw mungkin aku lagi banyak pikiran yang campur aduk, stress, depresi”
mulai saat itu tidak ada hal aneh kecuali L merasakan perbedaan.. yang mungkin dipengaruhi oleh sifat sensitif yang kerap datang pada setiap bulan pada kehidupan manusia. tetapi tergantung pada masing-masing individu bagaimana menyikapi dan merasakan tingkat sensitivitasnya tersebut.
hingga setelah beberapa hari. di suatu makan malam. terjadi interaksi yang tidak terlihat aneh memang. semua saling tertawa, bercerita, dengan makanan2 yang merupakan nikmat ilahi rabbi. tetapi betapa bodohnya dan betapa kekanak2annya L merasa tidak diperhatikan.. hanya makan ngbrol dan sesekali memperhatikan semuanya yang sibuk mepermainkan jempol2 mereka di benda kotak tipis yang sekali lagi itu adalah salah satu revolusi teknologi manusia.. dengan perasaan kecewa dengan omongan P sebelumnya “sudah mainkan saja bb nya” seolah memaknai bahwa ada yg lebih penting dari bb. dari hp, dari jejaring sosial, dari sebuah tools revolusi teknologi, perkataan-perkataan dalam pembicaraan sesekali di selingi dengan obrolan yang membicarakan pekerjaan dan lagi2 revolusi teknologi dari jejaring sosial.. tidak ada yang salah memang. sekali lagi ini berlaku wajar dan normal hanya saja L sudah mencoba utk berubah dengan mengurangi memainkan jempol2nya pada tools teknologi dan selalu mengingatkan diri sendiri untuk tidak berinteraksi dengan dunia laur melalui tools revolusi teknologi ketika ada acara2 besar.

jika dimaknai dari segi kesifatan. L membutuhkan perhatian lebih dan mencari arti dari kata2 yang telah di ucapkan oleh P, dan befikir dalam apakah ucapan kemarin hanya sekedar ucapan atau memang keinginan sesungguhnya. ternyata yang ada dalam pikirannya ternyata adalah bahwa ucapan itu adalah sindiran dan bermakna dalam agar P diperhatikan lebih dari pada tools revolusi teknologi. tetapi pikiran ini justru yang menganggu tidur2nya dan hingga terbawa dalam alam sadar. ini juga merupakan salah satu alasan betapa waktu sangat penting dan perlunya manajamen waktu. banyak cerita dan perhatian yang ingin diberikan ketika waktu hanya terbatas. L ingin bercerita tentang mimpi2nya dan mencoba berkomunikasi tentang masalah tersebut. keinginan untuk memanfaatkan waktu yang singkat dan memaknai setiap kejadian yang ada untuk sebuah perbaikan dan perubahan dalam kehidupan.

dalam kisah mimpinya L memasak makanan yang akan di sajikan untuk sebuah acara keluarga yg tidak terlalu besar tetapi membutuhkan persiapan yang matang. dalam alam bawah sadar itu semuanya indah sampai di akhir mimpi, L di titipkan untuk menjaga ikan yang baru saja di angkat dari penggorengan. karena P pergi menyiapkan sesuatu di meja makan. tetapi alam bawah sadar di pengaruhi oleh kehidupan real sehari2nya. dan terjadilah… ikan dan beberapa makanan yang dimasak dengan tangannya sendiri yang dititipkan untuk dijaga ludes, acak2n dan berantakan karena di ambil kucing.. betappa kecewanya L melihat itu betapa takutnya khawatir merusak acara. tapi bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. yang ada dalam pikirannya hanya “aku tidak dapat menjaga ikan dan amanah yang diberikan” tidak menjadi seorang pria yang mampu melindungi. tidak dapat memberikan kebahagian, dan seterusnya… melihat kejadian itu P berusaha menenangkan suasana dengan sifat sabarnya dan memberikan pengertian dan semangat2 yang membangkitkan. tetapi berbeda sebaliknya. L selalu memikirkan setiap kejadian-kejadian dengan perasaan perasaan yang dalam.

cukup besar antara korelasi kehidupan real dan alam bawah sadar. walau hanya dalam bunga tidur.. tetapi alam bawah sadar tanpa disadari mempengaruhi kehidupan secara langsung dan begitu jg sebaliknya. alam bawah sadar dalam bunga-bunga tidur jg dipengaruhi oleh kehidupan sehari-hari.
tetapi tidak jarang juga ketika lelap dan lelah berkorelasi maka hampir tidak dapat dijumpai bunga tidur, yang ada hanya sekelebat mata tetapi menghabiskan waktu berjam-jam dalam tidurnya.. tidur yang seperti ini dapat dikatakan adalah tidur yang efektif. tanpa beban dan refresh ketika terbangun.
berbeda dengan orang-orang yang memiliki beribu2 masalah, pikiran, dan beban. berakibat mempengaruhi alam bawah sadarnya, padahal kehidupan di waktu-waktu berikutnya dipengaruhi oleh apa yang tertanam pada alam bawah sadar.

kembali pada sebuah revolusi teknologi. hanya sedikit org yang mau dan mampu utk mninggalkan interkasi jejaring sosial yang tanpa sadar sebenarnya manusia diperbudak oleh teknologi.. bagaimana tidak.
- orang tua jadi berkurang perhatian kepada anak2 mereka karena sibuk dengan hasil revolusi teknologi
- pekerjaan tertunda PR terbengkalai hanya karena hasil revolusi teknologi
- dan banyak hal yang akhirnya berpendapat (walau tidak di ungkapkan) <"aku membunuh waktu dengan revolusi teknologi">
- konsentrasi hilang karena adanya informasi-informasi yang tidak penting tetapi keterpaksaan untuk membaca.
- saya bingung, bete, bosan, kesal kalau tidak memanfaatkan revolusi teknologi
tak sedikit juga yang akhirnya menjadi sebuah kebutuhan untuk selalu berinteraksi dan membuang2 waktu dengan memberikan guyonan, komentar, celaan, sapaan yang kadang tidak perlu diungkapkan. tidak sedikit juga sebagian orang merasa tidak nyaman dengan guyonan, komentar, celaan, sapaan dll.
bahkan ada sebagian yang ingin orang mengetahui apa yang sedang dikerjakan saat ini, apa yang dirasakan saat ini, apa yang akan dikerjakan setelah ini dan seterusnya…
memang dari sekian banyak keuntungan-keuntungan dan manfaat yang diperoleh ada beberapa kerugian2 yang juga tidak sedikit. sisi positif dan negatif dari hasil revolusi teknologi berdampak besar dalam kehidupan.
coba ingat kembali, dulu sebelum ada revolusi teknologi, apakah ada perasaan yang sama ketika saat ini kehilangan moment/waktu sesaat jauh dari revolusi teknologi. PLN memadamkan aliran listrik sesaat saja seolah2 dunia ini suram dan hancur. sinyal handphone tidak ada 5 menit rasanya hidup sudah sia-sia. web server maintenance 1 hari rasanya komputer hanya menjadi mesin ketik yang dilengkapi fasilitas multimedia. tools pendukung revolusi teknologi hilang/rusak/tidak ada semua ikut merasakan dampaknya, rekan kerja di ganggu. syirik melihat temannya, marah2 sama petugas yang terkait dll. tidak sedikit jg ketika listirk padam. celaan dan hujatan keluar dari mulut tanpa dipikirkan dan dicari apa penyebabnya.

flash back: ketika para revolutioner hidup di jamannya. banyak penemuan-penemuan dan ilmu pengetahuan tersingkap dan bermunculan di dunia Allah ini. teori-teori, ilmu-ilmu dasar, pemikiran-pemikiran, dan keinginan untuk bersatu dan membangun begitu besar.
berbeda dengan saat ini. yang orang hanya memanfaatkan dan dimanjakan dengan sejuta fasilitas dari revolusi teknologi. tidak lagi menyibukan diri dengan apa tujuan hidup tetapi justru menyibukan diri dengan revolusi teknologi.. mental pemikir2 Islam sudah pudar dan ketergantungan pada teknologi (tech. addict) menjadi kemerosotan dari sendi2 perjuangan revolutioner terdahulu.

dari cerita di atas, ada beberapa hal penting yang perlu di garis bawahi.
1. revolusi teknologi dimanfaatkan untuk berinteraksi seperlunya, bukan mengumbar aib diri sendiri dan membuka aib orang lain.
2. manajemen waktu diperlukan agar dapat melihat situasi kapan saatnya berinteraksi, kapan saatnya berkomunikasi, dan kapan saatnya memanfaatkan revolusi teknologi
3. coba sejenak fikirkan kembali, apa tujuan utama dan apa tujuan pertama kali ketika anda memutuskan untuk mencoba, menggunakan dan memanfaatkan hasil revolusi teknologi. bukankah awalnya hanya di dasari karena gengsi, malu karena teman2 punya kita tidak, ingin mengikuti trend, biar nyambung kalau di ajak ngobrol sama teman2, ingin menyambung silaturahmi, pengen aja (tanpa ada asalan jelas) dll… hanya anda yang megetahui. kembalikan dan maknai sebuah kehidupan dengan tidak tergantung pada revolusi teknologi
4. dalam bidang-bidang tertentu (kesehatan, pendidikan, dan perdagangan) selama masih dapat di gunakan dan bersifat membantu. ya silakan digunakan dan memang harus digunakan untuk kepentingan umat..

silakan di tanggapi dan di komentari. positif dan negatif dari tulisan ini dibuka lebar selama untuk kebaikan dan melanjutkan hidup..

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi/ 18 : 28)

** tulisan ini di ambil dari cerita dengan satu makna kata tapi dapt merubah pandangan hidup seseorang dalam kehidupannya.

5 Responses to “inspirasi dari sebuah revolusi teknologi”

  1. fiet (^_^) says:

    subhanallah ceritanya bgs bgt lho pak saya jadi terharu banget, kalau saja saya diperbolehkan untuk berandai-andai, saya berharap seseorang menyadari kejadian seperti diatas dengan kondisi yang berbeda hehehe..tp semua sudah berlalu, saya berharap dia mendapatkan yang terbaik dlm hal segalanya…

  2. hana says:

    tulisan yang sangat menarik, membuka wawasan dan paradigma di Indonesia khususnya.

    tapi maaf sebelumnya, saya tidak sepakat dengan pendapat ini, menurut pendapat saya, yang menjadi masalah dari cerita diatas bukanlah karena faktor revolusi teknologinya tapi karena “komunikasinya”.
    bagaimanapun yang terjadi kita sangat membutuhkan teknology, dan barangsiapa yang mampu menguasai teknology maka akanmampu menguasai dunia,
    yangperlu di perbaiki adalah bagaimana kita mampu menggunakan teknology tersebut untuk hal-hal yang positif, kita menganggap teknology tersebut mangganggu karena kita “belum tahu” bagaimana menggunakannya secara optimal.
    jadi kembali menurut saya, PR terbesar kita adalah bagaimana mempelajari teknology tersebut secara lebih mendalam.
    salam kenal…
    terimakasih.

  3. Faisal Habibie says:

    keren pak analisa psikologis nya.. miss communication emang sering jadi masalah,pemimpin yang baik harus mengerti bagaimana pemikiran orang orang yang di pimpinnya. saya juga sering dapet kegalauan gara2 ini,hehehe…
    pencerahan yang berguna.. makasih mbah.. hohohoo

  4. john says:

    kayaknya memang indonesia harus mengusai teknologi agar menjadi bangsa yang maju dan masyarakat yang sejahtera

Leave a Reply

*

Alibi3col theme by Themocracy

Secured for spam by MLW and Associates, LLP's Super CAPTCHASecured by Super-CAPTCHA Developed by Goldsboro Web Development..